Pencarian
Sains

Mengapa Langit Malam Gelap? Menjawab Paradoks Olbers Secara Populer

Jika alam semesta penuh dengan bintang, mengapa langit malam tetap gelap? Yuk, kita kupas tuntas Paradoks Olbers dalam sains populer yang mudah dipahami.

Prompter JejakAI
Kamis, 24 Juli 2025
Oleh: SZA
JejakAI
Leonardo AI

Pemandangan Malam: Indah Tapi Menggugah Pertanyaan

Coba kamu tatap langit malam saat cuaca cerah. Di sana ada kerlip bintang-bintang, sesekali bulan, dan jika beruntung, mungkin meteor. Tapi pernahkah kamu bertanya:

Jika alam semesta penuh dengan bintang, mengapa langit malam tetap gelap?

Secara logika, jika ada miliaran bintang di segala arah, seharusnya seluruh langit menyala terang, bukan? Nah, inilah yang disebut sebagai Paradoks Olbers—pertanyaan sederhana yang pernah membuat para ilmuwan bingung selama ratusan tahun.

 

Apa Itu Paradoks Olbers?

Paradoks ini dinamai dari Heinrich Wilhelm Olbers, seorang astronom Jerman yang pada tahun 1823 mempertanyakan kenapa langit malam tidak secerah siang hari jika semesta benar-benar tidak berbatas dan penuh bintang.

Kalau memang ada bintang di segala arah dan jaraknya tak terbatas, maka ke mana pun kita memandang, kita seharusnya melihat cahaya. Langit pun akan terang benderang sepanjang waktu.

Tapi… nyatanya langit malam gelap gulita. Nah, ini yang jadi teka-teki besar dalam sejarah ilmu pengetahuan.

 

Teori yang gagal menjawab.

Halaman 1 2 3 4 5
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard